Teruntukmu jiwa yang telah lelah.
Dalam selingan sunyi
aku bermunajat
Mengadu dan meminta
pada sang Maha segalanya
Selalu saja begitu,
barangkali Sang Kuasa telah bosan dengan semua ku.
Ku dekapkan keningku
pada selembar sajadah,kubungkukan tubuhku.
Merendah se rendah
rendahnya atas tinggi yang pernah ada.
Atas dosa yang belum
sepenuhnya terampuni
Atas kehilangan yang
mematikan nurani
Atas kehilangan yang
mematahkan harapan
Atas rindu yang
teramat menikam
Atas kelebihan yang
selalu terasa kurang
Makhluk yang sukar
untuk bersyukur.
Betapa sadarnya, jika
ini adalah jiwa yang hina.
Hina dari yang paling
hina
Sebab datang saat
susah, lalu melupa saat senang.
Bukankah kebahagian
juga sebagian dari ujian-nya?
Teruntukmu jiwa yang
lelah
Semoga Allah
senantiasa menguatkan, melapangkan serta mendekatkan.
Semoga lelahmu adalah
pahala yang tiada putusnya.
Allahumma amin.

